Welcome To Join Us

Selamat datang di blog kami, Pelangi Indonesia.
Blog kami bukan hanya memberikan informasi tentang keindahan panorama alam saja, namun juga dilengkapi serba-serbi informasi layaknya warna pelangi.
Tampilkan postingan dengan label Flora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flora. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 November 2014

Temu Lawak



Tanaman Temulawak
     Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia. Saat ini, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.
     Nama daerah di Jawa yaitu temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang temu lawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur.

Sabtu, 14 Desember 2013

Kluwek


     Kepayang, kluwek, keluwek, keluak, atau kluak (Pangium edule Reinw. ex Blume; suku Achariaceae, dulu dimasukkan dalam Flacourtiaceae) adalah tumbuhan berbentuk pohon yang tumbuh liar atau setengah liar. Orang Sunda menyebutnya picung atau pucung (begitu pula sebagian orang Jawa Tengah) dan di Toraja disebut pamarrasan.
     Biji keluwek dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna hitam pada rawon, daging bumbu kluwek, brongkos, serta sup konro. Bijinya, yang memiliki salut biji yang bisa dimakan, bila mentah sangat beracun karena mengandung asam sianida dalam konsentrasi tinggi. Bila dimakan dalam jumlah tertentu menyebabkan pusing (mabuk).
   

Sabtu, 14 April 2012

Kayu Manis



  Cinnamomum burmannii (cassia, cassia Indonesia, cassia padang) adalah salah satu jenis kayu manis. Spesies ini berasal dari Indonesia dan Asia Tenggara. Umumnya, tumbuhan ini digunakan sebagai rempah-rempah, tanaman hias, maupun tanaman hutan. Kulit kayu C. burmannii yang memiliki bau aromatik ini sehingga digunakan sebagai bumbu (kayu manis), parfum, maupun obat. Pohon C. burmannii dapat mencapai ketinggian 15 meter dan menghasilkan getah berwarna kuning muda atau keputihan. Budidaya C. burmannii dilakukan melalui biji ataupun stek. Buah tua yang berkulit tebal dan berbau harum akan ditanaman sebagai pohon induk untuk reproduksi. Tumbuhan ini diketahui rentan terhadap kutu daun, penyakit akar busuk, dan juga penyakit bintik daun (leaf spot).

Kamis, 12 April 2012

Rafflesia Arnoldi



     Bunga Rafflesia hidup di Taman Nasional Bengkulu, mempunyai ukuran dengan diameter bunga yang hampir mencapai 1 meter. Karena hal itulah maka bunga Rafflesia dikatakan sebagai bunga terbesar di dunia. Bunga ini terkenal dengan sebutan bunga bangkai karena mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga digunakan untuk menarik lalat yang hinggap dan membantu penyerbukan. 
     
     Raflesia Arnoldi merupakan tumbuhan parasit yang memerlukan inang untuk hidupnya. Saat ini kondisi habitat Raflesia Arnoldi sangat memprihatinkan sehingga jumlahnya menurun drastis dari tahun ke tahun. Menyusutnya habitat bunga tersebut di antaranya disebabkan kegiatan manusia seperti pembukaan wilayah hutan baik untuk kegiatan pertambangan, pertanian, maupun permukiman.

Rabu, 28 Maret 2012

Bunga Nasional

    Berbicara tentang sumber daya alam tumbuhan, karena beragamnya jenis tumbuhan. Maka kita tidak dapat menyebutkan jenis tumbuhannya satu per satu, melainkan kegunaannya. Misalnya berguna untuk pangan, sandang, papan, dan rekreasi.
    Tumbuhan memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan tepung melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan.
    Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan, dan hal ini akan berkaitan dengan rusaknya rantai makanan.
    Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Jika suatu spesies organisme punah, maka spesies itu tidak pernah akan muncul lagi. Dipandang dari segi ilmu pengetahuan, hal itu merupakan suatu kerugian besar.
Selain telah adanya sumber daya tumbuhan yang punah, beberapa jenis tumbuhan langka terancam pula oleh kepunahan, misalnya Rafflesia arnoldi (di Indonesia). 

     Namun ada jenis tumbuhan seperti bunga-bunga tertentu, antara lain melati, anggrek bulan, dan Rafflesia arnoldi yang merupakan pengecualian. Karena ketiga tanaman bunga (yang disinonimkan dalam bangsa Indonesia sebagai puspa) tersebut sejak tanggal 9 Januari 1993 telah ditetapkan dalam Kappres No. 4 tahun 1993 sebagai bunga nasional dengan masing-masing gelar sebagai berikut:
1. Melati sebagai bunga bangsa
2. Anggrek bulan sebagai bunga pesona
3. Rafflesia arnoldi sebagai bunga langka.
   

Selasa, 06 Maret 2012

Kantung Semar



N. ampullaria dengan batang memanjat dan kantong roset.
    Genus Nepenthes (Kantong semar, bahasa Inggris: Tropical pitcher plant), yang termasuk dalam familia monotipik, terdiri dari 130 spesies dan belum termasuk hibrida alami maupun buatan. Genus ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis dunia lama, kini meliputi negara Indonesia, Republik Rakyat Cina bagian selatan, Indochina, Malaysia, Filipina, Madagaskar bagian barat, Seychelles, Kaledonia Baru, India, Sri Lanka, dan Australia. Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Borneo dan Sumatra.
    Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15-20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya, walaupun ada beberapa spesies yang tidak memanjat. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.

Selasa, 28 Februari 2012

Anggrek Frankieana




Anggrek yang bernama latin Vanda frankieana ini ditemukan oleh ilmuwan LIPI, Destario Metusala, yang bekerja sama dengan pakar anggrek Singapura, P O'Byrne. Penemuan spesies ini dipublikasikan di Malesian Orchid Journal volume 9 tahun 2012 nanti.

Vanda frankieana tumbuh alami di Kalimantan. Spesies ini memiliki 1-5 kuntum bunga yang cukup besar, kaku, dan mengilat seperti berlilin dengan lebar 3,8-4,4 cm dan tinggi 3,6-4,2 cm. Sosok tanaman dapat mencapai tinggi 50 cm.

Jenis anggrek ini berbunga pada bulan November, Desember, Februari, dan Maret. Warna bunganya kuning cerah dengan totol merah marun. Usaha mendeskripsikan anggrek ini sebagai spesies baru sudah dilakukan sejak 140 tahun lalu.

Senin, 27 Februari 2012

Bunga Bangkai


Amorphophallus titanum


     Bunga bangkai atau suweg raksasa atau batang krebuit (nama lokal untuk fase vegetatif), Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m. 
    Namanya berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Banyak orang sering salah mengira dan tidak bisa membedakan bunga bangkai dengan "Rafflesia arnoldii" mungkin karena orang sudah mengenal bahwa Rafflesia sebagai bunga terbesar dan kemudian menjadi bias dengan ukuran bunga bangkai yang juga besar. 
    Tumbuhan ini memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara bergantian, fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif muncul daun dan batang semunya. Tingginya dapat mencapai 6 meter. Setelah beberapa waktu (tahun), organ vegetatif ini layu dan umbinya dorman. Apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung, bunga majemuknya akan muncul. Apabila cadangan makanan kurang tumbuh kembali daunnya.

Sabtu, 25 Februari 2012

Edelweis




    Edelweis (Anaphalis javanica) merupakan bunga yang hanya tumbuh pada ketinggian 2000-3000 Mdpl dan merupakan tumbuhan asli dan endemic Indonesia. Bunga ini pulalah yang menjadi kebanggaan para pendaki gunung untuk membawanya bila pendakian berhasil. Dan edelweiss adalah symbol juara atau dijadikan trofi. Tapi karena alasan konservasi beberapa kali pendakian tidak lagi mengambil bunga yang satu ini.
     Edelweis disebut bunga abadi karena bunga ini kelihatannya tidak akan pernah layu tetapi langsung mengering tanpa berubah bentuk dan penampilannya. Bunga ini jualah bagi para pengagum cinta digunakan sebagai symbol dan keabadian cinta. Bunga abadi ini, untuk gunung-gunung di Indonesia biasanya hanya bisa dinikmati keindahannya pada bulan Maret hingga Agustus Karena untuk mekarnya bunga ini memerlukan cahaya matahari.
    Bunga ini juga dilaporkan merupakan tumbuhan pioneer di daerah gunung merapi yang masih aktif pada berkas-berkas lahar dan daerah kawah. Edelweis di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango banyak ditemukan pada ketinggian 2850 mdpl yaitu di alun-alun Surya Kencana dengan luasan mencapai 50 hektar dan alun-alun Mandalawangi. Selain keberadaan Edelweiss di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Edelweiss juga bisa dijumpai di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, jalur menuju Mahameru (puncak Semeru), gunung tertinggi di Pulau Jawa, 3676 mdpl.