Beban yang paling berat yang dihadapi dalam mudik adalah penyediaan
sistem transportasinya karena secara bersamaan jumlah masyarakat
menggunakan angkutan umum atau kendaraan melalui jaringan jalan yang ada
sehingga sering mengakibatkan penumpang/pemakai perjalanan menghadapi
kemacetan, penundaan perjalanan.
Rabu, 22 Juli 2015
Mudik
Rabu, 15 Juli 2015
Indah
Sabtu Manis, 15 Juli 2006
Menutup nyata bukan menutup hati
Entah kusebut apa dia?
Entah siapa dia kelak?
Bidadari mungil berwujud manusia,
Ataukah peri kecilku?
Ada tawa lepas saat bersamanya
Indah, benar-benar indah
Kenyataan yang kita tutupi
Mengapa kita menutupi?
Rasa yang mungkin benar-benar ada
Bersama waktu yang terbilang singkat
Atau belum siapkah kita?
Jalani cobaan dari Sang Pencipta
Dari cobaan di usia muda
Teramat muda di waktu muda
Do’a ku ….
Semoga kau temukan jalan terbaik
Semoga malaikat hati tunjukkanmu jalan terbaik
Mengubah pemikiran tentang rasa
Lalui hidup penuh dengan misteri hati.
* Inspirated From Sweet Semi Bad Brownies
Menutup nyata bukan menutup hati
Entah kusebut apa dia?
Entah siapa dia kelak?
Bidadari mungil berwujud manusia,
Ataukah peri kecilku?
Ada tawa lepas saat bersamanya
Indah, benar-benar indah
Kenyataan yang kita tutupi
Mengapa kita menutupi?
Rasa yang mungkin benar-benar ada
Bersama waktu yang terbilang singkat
Atau belum siapkah kita?
Jalani cobaan dari Sang Pencipta
Dari cobaan di usia muda
Teramat muda di waktu muda
Do’a ku ….
Semoga kau temukan jalan terbaik
Semoga malaikat hati tunjukkanmu jalan terbaik
Mengubah pemikiran tentang rasa
Lalui hidup penuh dengan misteri hati.
* Inspirated From Sweet Semi Bad Brownies
Minggu, 12 Juli 2015
De Ja Vu
Jum’at, 23 Juni 2006
Kembali diri sia-siakan nurani
Perihal terpendamnya mata hati
Terulang kisah yang terhenti
Sembilu di balik bayang-bayang sang dewi
Seperti waktu ini hari
Datang menyapa mimpi pagi
Sebagai penghias tidurku
Pertanyakan sifat diriku
Membahas singkat tentang kita
Mencari tahu siapa kita
Kilas balik balikkan kisah
Segala pudar yang samar
Lambungkan angan-angan yang ku kejar
Terkesan mengacaukan pikiran
Tetap mengakar di jiwaku
Sekeranjang naskah indah tempo dulu
Saru dalam benak dan hatiku
Menghiraukan berat langkah
Tetap ku menapak ke depan
Lewati tajamnya kerikil-kerikil
Demi temukan rusuk sejatiku
Lalui bayang-bayang masa lalu
Yang sepertinya pernah kualami.
Rabu, 12 Juli 2006 (02.02 WIB)
Kembali diri sia-siakan nurani
Perihal terpendamnya mata hati
Terulang kisah yang terhenti
Sembilu di balik bayang-bayang sang dewi
Seperti waktu ini hari
Datang menyapa mimpi pagi
Sebagai penghias tidurku
Pertanyakan sifat diriku
Membahas singkat tentang kita
Mencari tahu siapa kita
Kilas balik balikkan kisah
Segala pudar yang samar
Lambungkan angan-angan yang ku kejar
Terkesan mengacaukan pikiran
Tetap mengakar di jiwaku
Sekeranjang naskah indah tempo dulu
Saru dalam benak dan hatiku
Menghiraukan berat langkah
Tetap ku menapak ke depan
Lewati tajamnya kerikil-kerikil
Demi temukan rusuk sejatiku
Lalui bayang-bayang masa lalu
Yang sepertinya pernah kualami.
Rabu, 12 Juli 2006 (02.02 WIB)
Sabtu, 11 Juli 2015
Mati Muda
Belum selesai kau bercerita
Belum jauh kau kepakan sayap-sayap-mu
Namun kau telah terbang tinggi tak kembali
Tinggalkan Bumi tinggalkan kenangan
Jasad yang terkubur Bumi
Tertimbun tanah-tanah kering
Dihiasi bunga-bunga tertanam
Mewangi untuk dirimu
Wangi mengantar matimu
dan aromai ruang tunggumu
Belum lancar kau berbicara
Belum selesai bercerita
Kepakan sayap-sayap putih datang menjemput
Sempat kupeluk dan kuciumi dirimu
Sebagai salam perpisahan
Kugenggam dengan satu tanganku
Mengubur singkat kenangan bersamamu
Kau kuingat akan terus kuingat
Hingga aku pun mungkin mati muda.
-------------------------------------------
Selasa, 11 Juli 2006
•Waallahu Alam wal Bishawab.
•Didedikasikan bagi orang-orang yang kukenal yang mati muda
dan untuk burung puter putihku yang mati muda pagi ini. “I Miss U All Guys.”
Belum jauh kau kepakan sayap-sayap-mu
Namun kau telah terbang tinggi tak kembali
Tinggalkan Bumi tinggalkan kenangan
Jasad yang terkubur Bumi
Tertimbun tanah-tanah kering
Dihiasi bunga-bunga tertanam
Mewangi untuk dirimu
Wangi mengantar matimu
dan aromai ruang tunggumu
Belum lancar kau berbicara
Belum selesai bercerita
Kepakan sayap-sayap putih datang menjemput
Sempat kupeluk dan kuciumi dirimu
Sebagai salam perpisahan
Kugenggam dengan satu tanganku
Mengubur singkat kenangan bersamamu
Kau kuingat akan terus kuingat
Hingga aku pun mungkin mati muda.
-------------------------------------------
Selasa, 11 Juli 2006
•Waallahu Alam wal Bishawab.
•Didedikasikan bagi orang-orang yang kukenal yang mati muda
dan untuk burung puter putihku yang mati muda pagi ini. “I Miss U All Guys.”
Rabu, 01 Juli 2015
Bukan Siapa-siapa
Sabtu, 01 Juli 2006
Jangan dulu dengan hati
‘pabila manis mendekatimu
Karena kita bukan siapa-siapa
Yang menentukan manis itu manis
Lupakan cepat yang tak tentu
Agar derita hati tak berlanjut
Karena dekat akan menjauh
M’lupakan kita yang dekat
Rasakan manis yang samar
Tetapi juga rasa tak salah
Karena tak ingin tersaingi
Merenda hati ke hati yang lain
Kini terserah kemana akan melangkah
Aku tak terlalu ambil perduli
Karena kita bukan siapa-siapa
Yang menentukan manis itu manis.
----------------
14.10 -14.50 wib..
Jangan dulu dengan hati
‘pabila manis mendekatimu
Karena kita bukan siapa-siapa
Yang menentukan manis itu manis
Lupakan cepat yang tak tentu
Agar derita hati tak berlanjut
Karena dekat akan menjauh
M’lupakan kita yang dekat
Rasakan manis yang samar
Tetapi juga rasa tak salah
Karena tak ingin tersaingi
Merenda hati ke hati yang lain
Kini terserah kemana akan melangkah
Aku tak terlalu ambil perduli
Karena kita bukan siapa-siapa
Yang menentukan manis itu manis.
----------------
14.10 -14.50 wib..
Langganan:
Postingan (Atom)