Beban yang paling berat yang dihadapi dalam mudik adalah penyediaan
sistem transportasinya karena secara bersamaan jumlah masyarakat
menggunakan angkutan umum atau kendaraan melalui jaringan jalan yang ada
sehingga sering mengakibatkan penumpang/pemakai perjalanan menghadapi
kemacetan, penundaan perjalanan.
Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tradisi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 22 Juli 2015
Mudik
Jumat, 29 Mei 2015
Pekan Raya Jakarta
| Logo PRJ |
PRJ pertama diadakan pada tahun 1968. Sampai saat ini setiap tahun
penyelenggaraannya tidak pernah terputus. Dari 1968 sampai 1991 PRJ
pernah berlangsung di Taman Monumen Nasional.
Pekan Raya Jakarta (PRJ) digelar pertama kali di Kawasan Monas tanggal 5
Juni hingga 20 Juli tahun 1968 dan dibuka oleh Presiden Soeharto dengan
melepas merpati pos.
PRJ pertama ini disebut DF yang merupakan singkatan dari Djakarta Fair
(Ejaan Lama). Lambar laun ejaan tersebut berubah menjadi Jakarta Fair
yang kemudian lebih popular dengan sebutan Pekan Raya Jakarta.
Idenya muncul atau digagas kali pertama oleh Syamsudin Mangan yang
lebih dikenal dengan nama Haji Mangan pada saat itu menjabat sebagai
Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri)
yang mengusulkan suatu ajang pameran besar untuk meningkatkan pemasaran
produksi dalam negeri yang kala itu sedang mulai bangkit pasca
G30S/1965 kepada Gubernur DKI yang dijabat oleh Ali Sadikin atau yang
lebih dikenal oleh Bang Ali pada tahun 1967.
Gagasan atau ide ini disambut baik oleh Pemerintah DKI, karena
Pemerintah DKI juga ingin membuat suatu pameran besar yang terpusat dan
berlangsung dalam waktu yang lama sebagai upaya mewujudkan keinginan
Pemerintah DKI yang ingin menyatukan berbagai "pasar malam" yang ketika
itu masih menyebar di sejumlah wilayah Jakarta,seperti Pasar Malam
Gambir yang tiap tahun berlangsung di bekas Lapangan Ikada (kini kawasan
Monas), juga merupakan inspirasi dari Pameran yang diklaim sebagai
"Pameran Terbesar" ini.
Sabtu, 03 Januari 2015
Hombo Batu Nias
Lompat Batu atau biasa disebut Hombo
Batu merupakan tradisi khas Nias yang hanya bisa dilakukan oleh anak
laki-laki. Bisa dibilang, lompat batu merupakan salah satu uji
ketangkasan bagi para pemuda Nias. Siapa saja yang berhasil melakukan
lompatan akan merasa telah menjadi pria Nias sejati.
Di Pulau Nias, Sumatera Utara, ada
tradisi yang tidak boleh Anda lewatkan jika berlibur ke sana.
Saksikanlah Hombo Batu Nias, tradisi lompat batu setinggi 2 meter untuk para
pemuda. Tradisinya, mereka belum boleh menikah, jika belum lulus ujian ini.
Tumpeng
Tumpeng
adalah cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut;
karena itu disebut pula 'nasi tumpeng'. Olahan nasi yang dipakai umumnya
berupa nasi kuning, meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau
nasi uduk. Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi
keturunan Jawa dan biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan suatu
kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia mengenal
kegiatan ini secara umum.
Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu) dan dialasi daun pisang.
Rabu, 13 Juni 2012
Ngaben
Senin, 14 Mei 2012
Karapan Sapi
Trek
pacuan tersebut biasanya sekitar 100 meter dan lomba pacuan dapat
berlangsung sekitar sepuluh detik sampai satu menit. Beberapa kota di
Madura menyelenggarakan karapan sapi pada bulan Agustus dan September
setiap tahun, dengan pertandingan final pada akhir September atau
Oktober di kota Pamekasan untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden.
Karapan Sapi didahului dengan mengarak pasangan-pasangan sapi
mengelilingi arena pacuan dengan diiringi gamelan Madura yang dinamakan
saronen.
Babak pertama adalah penentuan kelompok menang dan kelompok kalah.
Babak kedua adalah penentuan juara kelompok kalah, sedang babak ketiga
adalah penentuan juara kelompok menang. Piala Bergilir Presiden hanya
diberikan pada juara kelompok menang.
Langganan:
Postingan (Atom)