Ini kali, postingan terinspirasi bukan hanya dari aneka jajanan
Indonesia. Melainkan dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang sudah
terbiasa menyingkat nama. Mengapa masyarakat Indonesia gemar menyingkat
beberapa nama menjadi sebuah nama? Mulai dari aneka nama jajanan
Indonesia hingga ke badan-badan pemerintahan. Berikut beberapa nama yang
disingkat oleh masyarakat Indonesia agar memudahkan dan familiar
menyebutnya.
Aneka jajanan Indonesia: Batagor (Bakwan Tahu
goreng), bastus (bakso tusuk), basreng (bakso goreng), bakso cuangki
(cari uang jalan kaki), nasgor (nasi goreng), es doger (dorong gerobak),
Cilok (aci di colok), Cireng (aci di goreng), Cimol (aci di emol),
piscok (pisang coklat), dll.
Bahasa keseharian: askes
(asuransi kesehatan), asgar (aseli Garut), poldur (polisi tidur), lalin
(lalu lintas), tarkam (tarung kampung), dll.
Nama-nama
profinsi: jabar (jawa barat), jatim (jawa timur), jateng (jawa tengah),
Sumbar (sumatra barat), Kalbar( kalimantan barat), sulut (sulawesi
utara), dll.
Bahasa di kepemerintahan: Keppres (keputusan
presiden), paspampre (pasukan pengamanan presiden), menkesra (menteri
kesejahteraan rakyat), menkopolkam (menteri komunikasi politik dan
keamanan), depnaker (departmen tenaga kerja), depdiknas (departmen
pendidikan nasional), dll.